Riska Yulia Ayu Lestari : "SISI MALAM JAKARTA" (Puisi)

⚠Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester PGSD UMS⚠


Judul Puisi : Sisi Malam Jakarta

Puisi ini diciptakan untuk mengikuti lomba cipta puisi 2022 sejuta puisi untuk jakarta dengan tema tentang Jakarta (https://catatanpringadi.com/lomba-cipta-puisi-2022-sejuta-puisi-untuk-jakarta/)

Puisi ini bercerita tentang suasana malam di kota Jakarta yang penuh dengan gemerlap dan bagaimana sisi malam Jakarta itu terlihat di mata saya.

Nama : Riska Yulia Ayu Lestari

NIM : A510210227

Kelas : 2E

Mata Kuliah : Pendidikan Bahasa Indonesia SD

Dosen Pengampu : Muhammad Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd.

Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Universitas Muhammadiyah Surakarta


Sisi Malam Jakarta

Penulis : Riska Yulia Ayu Lestari


Bundaran Hotel Indonesia di malam hari
Sumber : pinterest

 

Tumpukan beton menusuk langit abu

Kaca memantul cahaya lampu nan semu

Jakarta hidup meski malam menyerbu

Terus tenggelam dalam gemerlap sendu

 

Tak penat kaki manusia berpijak

Tak lelah netra itu terbelalak

Ibukota seakan terus berdetak

Mengisi jiwa kosong yang terus bergerak

 

Jakarta kota besar padat merayap

Bangunan tinggi banyak tertancap

Malam selamanya kan penuh derap

Bayangan dan cahya kan terus saling melahap

 

Suara mesin berderu meraung

Sirine dan klakson terus bertarung

Bundaran HI macet tak terbendung

Diisi jiwa lelah berniat pulang ke saung

 

Hewan malam diam dalam dingin

Suara mereka tertindih gemuruh mesin

Hidup mereka hanya bisa terasing

Menatap dunia modern penuh gemerincing

 

Aku berjalan ditrotoar kenangan

Kenangan siang yang padat juga terang

Jakarta sekarang tak pernah tenang

Ramai siang dan malam tanpa lenggang

 

Malam kota ini bak dunia berbeda

Dunia penuh manusia berkantung mata

Mengais serpihan kehidupan tertata

Meski tersiksa sampai terbata-bata

 

Aku tak melihat perbedaan

Siang malam terasa sepadan

Tak ada kata istirahat nyaman

Semua berpacu bersaing tak aman

 

Helaan napas menggema nyaring

Tekanan batin berteriak melengking

Hidup di Jakarta macam sungai kering

Penuh rintangan demi terisinya piring

 

Aku menatap tugu menjulang ke atas

Cahaya lampu berpendar penuhi monas

Jakarta kota khusus penuh paras

Malamnya begitu indah nan keras


@pgsdums

Bukti mengikuti lomba cipta puisi 2022 "Sejuta Puisi untuk Jakarta"



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen (cerita pendek) dengan tema kisah yang tragis