Cerpen (cerita pendek) dengan tema kisah yang tragis

Selamat pagi, siang, dan malam pembaca blogku, atau sekarang ku sebut kalian teman. Perkenalkan aku Riyuata, manusia gabut yang mencoba mengekspresikan diri. Ini adalah tulisan blog pertamaku, aku berharap kalian mau membaca karya ini dengan sepenuh hati. Ini murni karyaku, mohon bantuannya untuk mengapresiasi karya ini dengan kritik dan saran yang baik, bukan dengan olokan tak bersahabat. Sebelumnya maaf jika penulisan blogku masih acak-acakan, seperti yang aku bilang tadi, ini adalah blog pertamaku, jadi aku masih harus belajar banyak. Selamat membaca teman, salam hangat dari Riyuata :)


Pilihan Tuhan

Oleh : Riyuata

ilustrasi cerpen

sumber: pinterest (Afghan Refugees in Pakistan)

Malam kelabu kini kembali lagi, anak kecil itu terus meringkuk memeluk kedua lututnya yang bergetar. Kunang-kunang selalu menjadi temannya disetiap malam. Jangkrik pun sudah dia anggap sebagai alunan musik klasik. Matanya yang sembab perlahan terbuka, tangannya mulai meraih setiap molekul udara berharap mereka membantunya berdiri. Perutnya bergemuruh, cacing perutnya pun menjerit. Tak terasa sudah seharian lambungnya terisi udara saja, bahkan air dalam perutnya pun hanya dari air hujan.

Ibunya kini telah meninggalkannya, begitupun dengan ayahnya yang tanpa belas kasih membuangnya. Tuhan mengambil semua yang berharga dari anak itu, bahkan mata pun Tuhan ambil dari tubuh anak yang ringkih itu. Dia telah berdiri, berjalan tanpa tujuan. Kaki telanjangnya merasakan suatu benda yang dingin di bawah sana, keras, padat dan panjang, banyak yang bilang itu adalah rel. Dia terus berjalan di atasnya, berharap dia menemukan sebuah tujuan. Sampai tak lama terdengar sirine kereta menggelegar dan tak sempat anak itu berlari, kereta pun menyambar tubuh mungil anak itu dengan keras. Pada akhirnya, Tuhan tidak tega melihat penderitaan anak itu, sehingga Tuhan membuat pilihan untuk menjemput anak itu dengan cara yang setragis ini.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riska Yulia Ayu Lestari : "SISI MALAM JAKARTA" (Puisi)